suficinta

Dijual SEGERA: Kaos MURAH Gus Dur 2010

Posted by: suficinta on: January 25, 2010

Design No. 1

Design No. 2

Design No. 3

SEDIKIT CELOTEH

Dengan maksud sebagai media promosi dan pemasaran kaos bergambar gus dur yang memiliki design menarik, sederhana, berbahan katun, dan harganya terjangkau. Selain itu kaos ini merupakan asli made in Jogja.

Penasaran gag?

ok…

Langsung to the point saja..

SPESIFIKASI

  1. Bahan katun biasa
  2. T-shirt lengan pendek
  3. Ukuran all size (L).
  4. Harga 25 rbu, tapi belum termasuk ongkos kirim (untuk Luar Yogya)
  5. Minimal 4 order pesanan
  6. Partai besar >100 baju dapat diskon

CARA PEMESANAN

Jika tertarik dengan kaos bergambar Gus Dur di atas, silahkan menghubungi Eko [085729340786] sms/tlp.

Sms pemesanan dengan format sbb: pesankaosgusdur_nama lengkap_alamat lengkap dan kode pos_no.design kaos_jumlah kaos

Adapun contoh pemesanan, sbb: pesankaosgusdur_eko widiyarto_Jl.Ali Maksum No.2 Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta 55002_design No.1_10 buah

Kami sangat berterima kasih bagi siapa saja yang bersedia menjalin komunikasi dengan maksud bersilaturrahim ataupun tertarik dengan kaos yang kami promosikan.

Salam Hangat Dari Kami

[Management of Gus Dur Clothing]

RALAT: Shalawatan di UIN Sunan Kalijaga

Posted by: suficinta on: January 7, 2010

Shalawatan yang akan di selenggarakann sabtu besok tertera pada publikasi dibawah 9 Januari 2009 seharusnya

9 JANUARI 2010.

Demikian perbaikan yang dilakukan

UNDANGAN TERBUKA untuk seluruh umat Muslim dimanapun berada, terutama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta di Gempur Penggemar Habib Syech

Posted by: suficinta on: January 4, 2010

JANGAN LEWATKAN..!!!

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD YAA RABBI SHALLI ‘ALAIHI WASSALIM

Kumpulan Foto Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Posted by: suficinta on: January 4, 2010

Habib Bersholawat

Habib di AMIKOM Yogyakarta

Habib dan Prof. Dr. M. Suyanto (peci hitam): Direktur AMIKOM Yogyakarta

Habib bersholawat di PP Minhajut Tamyiz, Timoho, Yogyakarta bersama Gusti Joyokusumo (Pakaian Hitam)

Kumpulan Foto Syaikh Hisyam Kabbani, USA

Posted by: suficinta on: January 4, 2010

Syaikh Hisyam dan KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom): Pengasuh PP Suralaya, Tasikmalaya dan Mursyid Thariqah Qadariyah wa Naqsabandiyah.

Syaikh dan M. Arifin Ilham: Pengasuh Majelis Az-Dzikra, Jakarta

Syaikh dan Dr. Susilo Bambang Yudhoyono: Presiden RI 2009-2014

Syaikh dan M. Jusuf Kalla

Syaikh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X: Raja Ngayogyakarto Hadiningrat

Syaikh sewaktu di komplek candi borobudur

PROMOSI DAGANG

Posted by: suficinta on: December 30, 2009

syair cinta untuk cinta

Posted by: suficinta on: September 5, 2009

kau tau cinta
ternyata dia begitu sempurna
disaat aku menyakitinya
dia masih menyapaku dengan kata-kata manja
kau tau cinta
ternyata dia begitu sempurna
dikala aku marah
dia menghiburku dengan belaian lembutnya
atau
ketika aku nampak berubah raut sedikit saja wajah ini
dia merubah posisi bibirku ini dengan jemarinya
lantas dia berujar
”sayang,besok pasti akan lebih baik dari ini”
———————————————————–
kau tau cinta
aku acapkali menyakitinya dengan pisau ini
tapi kau tahu cinta
aku selalu diberikannya madu melalui bibirnya
dan kau tau cinta
aku selalu dicumbunya dengan kalimat-kalimat yang mampu membuatku berderai
disaat itu pula,
cinta
apakah kau juga ingin tau
kalau dia pernah berujar
”sayang,cintailah aku karna Allah”
————————————————————
langit
lukiskan namanya dipermukaan halus mu
bayu
sampaikan padanya aku senantiasa merindu
banyu
katakan pada dirinya kalau aku telah lama menunggu
cahaya
pantulkan sinar kasihku ke dalam hatinya
bantu aku melepas sukma ini
aku ingin bertemu dengannya
walau aku tak bisa kembalikan jiwaku setelah itu
tapi aku mampu menatapnya di kala tidur
di dalam kondisi temaram wajahnya, tersungging kedua bibirnya
terus aku bisikkan padanya
”sayang mungkin esok aku takkan kembali”

———————————–
bmi krpyk,140109;22.42wib
———————————–

Simtud Duror: ‘Mukaddimah’ Dakwah NU di UGM

Posted by: suficinta on: April 18, 2009

Suasana sudah cukup ramai malam itu, setelah kami memarkir motor di area parkir masjid kampus termegah di Indonesia ini, langkah kami pun langsung menuju serambi masjid yang luas dan biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan besar. Malam senin ini (12/4) dibawah komando Keluarga Mahasiswa Nahdhatul ‘Ulama Universitas Gadjah Mada (KMNU UGM), berhasil mengadakan Majelis Shalawatan Simtud Duror yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersama grup rebana yang biasa mengiringi beliau.
Sebelum kegiatan puncak dimulai, kami sempat menyaksikan sambutan yang diutarakan oleh Prof. Dr. KH. Muhammad Maksum selaku Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, yang selalu mengulang ucapannya sendiri, bahwa kegiatan malam ini hanyalah bersifat ‘mukaddimah’ atau awal dari rangkaian kegiatan yang kedepan akan menjadi agenda KMNU untuk menyiarkan dakwah kampus di UGM, serta turut mewarnai dinamika dakwah kampus dengan aroma shalawatan kepada kanjeng Nabi Muhammad saw, serta dengan aktifitas lainnya, yang dilandasi atas ruh dakwah ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja).
Untaian kalimat beliau, serasa membangkitkan optimisme saya selaku salah satu peserta malam itu, yang juga ditandai dengan respon riuh peserta lainnya yang sama-sama berharap, bahwa nuansa dakwah ahlus sunnah wal jamaah jamiyah an-nahdhat al-‘ulama harus diawali dari malam ini dan terus mengudara untuk waktu yang tidak terbatas. Ini semua menjadi tanggung jawab semua mahasiswa dan siapa saja yang merasa diri mereka bagian dari jamiyah ini.
Penulis melihat arus dakwah kampus yang lebih didominasi dengan nuansa yang kurang sehat serta kurang adanya tabayun (klarifikasi) diantara kelompok, terkadang membuat nuansa dakwah terkesan sangat eksklusif dan egoisme sentris, antara kelompok Islam jarang (atau bisa dikatakan tidak) untuk senantiasa berdialog terkait kepercayaan dan keyakinannya dalam menjalankan sunnah Nabi. Tidak jarang masjid dijadikan ajang menghakimi atas ritual kelompok lain yang dianggap bid’ah dan tergolong dhalalah (buruk), tanpa dilakukan tabayun terlebih dulu, dan itu mencitrakan dakwah Islam yang keras dan egois padahal menghukumi saudaranya yang masih meyakini bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad merupakan utusan Allah merupakan suatu perbuatan yang lebih sangat buruk dari itu.
Semoga Simtud Duror yang malam itu dipimpin oleh salah satu murid dari cucu penyusun syair-syair Simtud Duror, Syech al ‘allamah Habib Muhammad al Habsyi dari Hadramaut, mampu menjadi batu loncat awal perjuangan dakwah kampus para santri jamiyah yang didirikan oleh al ‘allamah al maghfurlah Romo KH. Muhammad Hasyim ‘Asyari tersebut, yang sebentar lagi genap seabad usianya.
Malam itu untaian syair-syair simtud duror yang terlantun dari lisan Habib Syech dan para peserta mampu menyihir nuansa di area Masjid Kampus UGM semarak oleh pujian terhadap baginda Muhammad saw, bershalawat terhadap beliau merupakan suatu kewajiban atas seluruh umat muslim.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad….
Allahumma Shalli ‘Alaih
Allahu Akbar,,!!

-deKciL-
Krpyk,16.04.09;21.16 wib

Kritik Diri Vol.2

Posted by: suficinta on: April 9, 2009

kemunafikan
angkuh
busuk
kotor
bercampur menjadi satu nadi
kehidupan
————————————————————
hina diri
sombong hati
angkuh raga
dan semua yang kau miliki
mesti berkelahi dengan luar diri
yang hendak pergi dan berlari
karena tidak kuat terpenjara dalam egosentris diri
————————————————————
kematian
tangga menuju eksistensi diri yang abadi
dan kehidupan
hanya menghancurkan nadi essensi
siapa aku?
————————————————————
langit mendung
bumi menangis
tanah bersorak
dan udara bersemedi
dan sekarang
siapa yang bertanggung jawab….
Tuhan?
————————————————————
dimana kau yang katanya penguasa kami
dimana kau yang katanya penggenggam ruh-ruh diri
dimana kau yang dulu selalu kuajak berdiskusi tentang kehidupan
apa sekarang kau hanya milik sebagian orang saja
yang mengais-ngais mantra dibilik-bilik istanamu
atau mereka yang mengumbar namamu ditengah hingar-bingar sandiwara politik negeri ini
————————————————————-
muhammad revolusioner
marx juga
gandhi pun demikian
kristus lebih dari itu
lantas sekarang..
siapa yang (re)evolusioner?
atau selama ini kita hanya sekedar (re)volunteer belaka
————————————————————-

deKcL
krpyk;060409

Kritik Diri

Posted by: suficinta on: April 2, 2009

hai jumat pagi
seharusnya kau menyiramiku dengan kesejukan hati
semestinya kau menaburiku dengan cahaya kehidupan diri
dan setidak-tidaknya kau memberikanku setetes embun kematian
hai jumat pagi
kau hadir membawa pertanyaan
sebuah laku fikir sederhana
yang ku sulam pada serabut-serabut saraf otak ini
tentang
siapakah aku?
——————————————–

siapakah aku
siapakah dia
terbenam dalam-dalam
hingga dasar lubab yang mengental keras ini
dimanakah aku
dimanakah dia
yang terasing di kejauhan indrawi
mengapa aku
mengapa dia
tidak menyatu dalam kehendak dan kuasa dia
malah teralienasi dan terbuang percuma
aku dan mereka disini
————————-

plakat kehidupan tertulis manja;
celaka, aku muncul disini!
plakat kematian tertulis hina;
selamat, aku telah kembali dirumah keabadian
—————————

aku merasa lepas dari tradisi turots
namun sekarang aku malah terbuikan oleh tradisi postmo
kalau begitu
aku harus terbang jauh meninggalkan mereka
menuju tradisi trans
ekstase bersama pundi-pundi sosialku disini

—————————
deKcL
jmt,270309;19.30