suficinta

RAMADHAN AJANG MENYEMAI CINTA

Posted on: September 5, 2007

Sayyid Abdullah Ahmad al-Kahfi
(Santri Ma’had Daaru Hiraa,Sleman,DIY)

Dalam sebuah kitab karya ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan,disana tercatat sebuah pengertian cinta sebagai sebuah ekspresi jiwa,getaran hati, pancaran naluri,dan terpautnya hati orang yang mencintai pada sesuatu yang dicintainyadengan semangat yang menggeloradan wajah yang senantiasa menampakkan keceriaan.
Cinta sebuah ekspresi yang dialami seluruh umat manusia yang diberi kemampuan akal fikiran, nafsu serta kemampuan untuk mengaktualisasikan perasaan tersebut kepada apa yang dia cintai.
Sedangkan salah satu karakter manusia yang sedang jatuh cinta kepada seseorang menurut Imam Ibnul Qayim al-Jauziyah dalam kitab Raudhatul Muhibbiin Wanuzhatul Musytaaqiin,ialah seseorang yang mengalami perasaan cinta maka akan senantiasa menuruti apa saja yang diperintahkan oleh yang dicintainya.Sesuatu yang mendorong dirinya semakin yakin serta sebuah bukti konkret cintanya selama ini.
Pada umumnya cinta mampu mengubah kehidupan seseorang,dikarenakan tindakan yang dilakukan cenderung merupakan hasil support dari seseorang yang dicintai. Tidak sedikit seseorang yang memiliki karakter jahat berubah seketika disaat seseorang yang dia cintai menyuruhnya untuk berubah.Tidak sedikit orang akan melakukan apapun yang dia tidak menyukainya asalkan orang yang dicintainya menyukai perbuatan tersebut.Semuanya dilandaskan atas bentuk ekspresi cinta.
Ekspresi cinta terkadang mampu menciptakan kondisi terbaik bagi seseorang yang sedang merasakannya. Dia akan merasakan sebuah getaran yang mendorongnya untuk melakukan tindakan yang membahagiakan dirinya,disukai kekasihnya meskipun terkadang dicemooh oleh lingkungannya.
Hanya dia dan kekasihnya yang mengetahui……
Dalam memahami makna cinta Islam telah menempatkan pada posisi yang sedemikian rupa hingga pada derajat tertinggi sekalipun.cinta tidak sama dengan nafsu birahi yang mampu menguasai seluruh jiwa tanpa pertimbangan akal,baik-buruk,serta cenderung menempatkan cinta pada posisi yang hina-dina.
Menurut ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan, cinta dapat dikategorikan menjadi 3 bagian; cinta tingkat tinggi,tingkat menengah,serta tingkatan yang paling rendah sekalipun. Apa yang menurut beliau cinta merupakan manifestasi tertinggi disaat ekspresi cinta tersebut terpancar kepada Dzat Yang Maha Pemilik segalanya,
Sang Pemilik Cinta.
Karena disanalah sumber cinta abadi manusia didunia.Seluruh cinta makhluk yang dikarunikan kemampuan untuk bercinta maka Dialah asal cinta itu terpancar.
Sungguh beruntung siapa saja yang memiliki kemampuan dalam mengekspresikan cintanya pada sesuatu yang kekal.Kepada Sang Pemilik cinta yang sesungguhnya.Dialah yang akan menentukan keputusan terbaik buat kita disaat kita membutuhkan seseorang yang mampu memompa cintanya supaya seantiasa kuat bersemayam,yang senantiasa menjaga akan cintanya yang acapkali ditumbuhi virus-virus dunia.

“cintamu pada pemilik cinta akan menumbuhkan kenyamanan abadi,tanpa rasa cemburu maupun terluka,cintamu pada wanita dan pria kadang membawamu kegerbang dusta dan permainan semata” (Sayyid)

Ramadhan sebagai moment menyemai cinta kepada sang pemilik cinta,pada kekasihnya pula.Proses pembelajaran diri akan hakekat cinta yang bersemai dalam jiwa. Sebagai hamba,kita dituntut untuk menyadari akan kelemahan dan keterbatasan diri,begitu pun dengan ekspresi cinta.Terkadang kita mendahului untuk menemui kekasih kita daripada sang pemilik cinta atas seruan-seruan-Nya,terkadang kita lebih nampak anggun disaat dikunjungi kekasih kita,sementara disaat sang pemilik cinta menemui kita dihamparan permadani indah,kita malah tampil apa-adanya. Terkadang kerinduan kita pada kekasih yang tak kunjung tiba,membuat diri ini terlena akan cinta pada sang pemilik cinta.Terkadang kita lebih antusias untuk menuruti apa yang diperintahkan oleh kekasih kita daripada perintah sang pemilik cinta.
Ekspresi cinta kita mengalahkan segalanya.

”manusia yang jauh dari perangkap cinta adalah burung tanpa sayap.
Apa yang dia tahu tentang semesta?karena dia tidak mengetahui apapun tentang apa Yang Dia Tahu” (Jalaluddin Rumi;Diwan-i Syamsi Tabriz)

Ramadhan menjadi gerbang perubahan disaat kita mulai jenuh dengan ekspresi cinta selama ini.Cinta yang malah menimbulkan gejolak jiwa yang terlena dengan arus duniawi semata.Cinta yang memandang kehidupan dunia menjadi sebuah tujuan hidup.Proses penggapaian cinta yang kadang mengharuskan kita tunduk pada perintah sang kekasih yang telah menjadi ’tuhan’ bagi jiwa kita.
Bulan suci yang saat ini akan menampakkan pancaran cahaya-Nya kembali. Moment yang menjadi penantian seluruh umat muslim di seantero dunia. Semua mengharapkan sesuatu yang kelak merubah hidupnya,setelah sang pemilik cinta.Allah SWT.Membuka seluruh pintu jannah-Nya diseluruh penjuru,menutup seluruh pintu neraka yang menakutkan.Menebarkan seluruh malaikat kesegala penjuru dunia.Disanalah saat dimana pancaran cahaya abadi mulai terasa lebih sejuk yang tak seperti biasanya.
Berkat cintaNya mengharapkan kita mengingatnya untuk lebih mencintaiNya, daripada diri kita, keluarga kita, harta, maupun seluruh kekasih kita didunia.
Saatnya meraih keagungan cintaNya,menggapai keridhoanNya atas cinta yang kita semai untukNya.CintaNya yang mampu merubah kondisi kita semakin optimis untuk menatap masa depan karena ketika kita berkasih dan bercinta kepada sang pemilik cinta maka disanalah muncul gairah menggapai kehidupan yang damai abadi,kondisi jiwa yang tidak lagi terpengaruh oleh nafsu syaitan.
Ramadhan menjadi ajang menyemai cintaNya, dengan dzikir sebagai jembatan, shalat sebagai media komunikasi, dan Al-Quran sebagai bukti kalau Dia sedang berkomunikasi dengan kita sebagaimana para sufi meraih keangungan cintaNya.

“dzikir adalah simpul kesatuan
dengan Yang Tercinta-diam
karena kegilaan mulai bercampur”
(Jalaluddin Rumi;Diwan-i Syamsi Tabriz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: