suficinta

SOSIALISME MEMANDANG KOMUNISME*

Posted on: March 24, 2008

Sosialisme merupakan salah satu ideologi yang cukup berpengaruh di abad ke-20. Sosialisme yang kemudian menjadi ruh perjuangan kaum tertindas dan menjadi ruh perjuangan para kaum ‘kiri’.Sosialisme tidak identik dengan fasisme, komunisme atau Marxisme, melainkan merekalah yang sebenarnya mendapat pengaruh dari sosialisme itu sendiri, meskipun dikemudian mereka keluar secara terang-terangan dari sosialisme. Sosialisme utopis, merupakan cikal bakal lahirnya sosialisme modern. Dari sana muncul beberapa tokoh yang berpengaruh dalam melahirkan sosialisme sebagai sebuah ideolog, sistem kehidupan, atau bahan diskursus yang cukup penting dizamannya.

Sosialisme merupakan sebuah sistem kehidupan, ideologi, paham yang mendambakan kehidupan masyarakat yang ideal, ’sama rata’, berkeadilan, dan sejahtera. Diilhami dari “Utopia”, sebuah judul buku yang dibuat oleh Thomas More (1478-1535), seorang ‘Sir’ yang mati dipenggal pada masa Raja Henry IV. Negeri ’Utopia’ mendambakan kondisi masyarakat yang “sama”; segala apa dimiliki bersama, semua orang bekerja dan semua orang menikmati pendapatan bersama. Adapaun cita-cita sosialisme menurut Theimer, yang dikutip oleh Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno dalam buku “Pemikiran Karl Marx”, ”gagasan bahwa kekayaan dunia ini adalah milik bersama, bahwa pemilikan bersama lebih baik daripada pemilikan pribadi, sudah sangat tua. Pemilikan bersama pada ajaran ini akan menciptakan dunia lebih baik, membuat sama situasi ekonomis semua orang, meniadakan perbedaan antara miskin dan kaya, menggantikan usaha megejar keuntungan pribadi dengan kesejahteraan umum.Dengan demikian sumber segala keburukan sosial dapat dihilangkan, tidak akan ada perang lagi,semua orang akan menjadi saudara”.

Sementara dalam buku “Sosialisme Indonesia” karya Dr. H. Roeslan Abdul Ghani, yang mendeskripsikan cita-cita sosialisme “Sekali lagi saja tegaskan; tjita tjita sosialisme, baik Utopisme maupun Marxisme adalah tjita-tjitanya untuk kaum miskin dan kaum melarat; atau lebih tepat kaum jang dimiskinkan dan kaum jang dimelaratkan”. Dan beliau bicara tentang Falsafah Sosialisme…”Filsafah sosialisme adalah falsafah jang bersumber kepada adanja kemiskinan dimasjarakat, adanja penindasan dan pengisapan”

Sebelum itu,masih menurut Romo Magnis, Plato pernah mengemukakan bahwa dalam memimpin suatu negara, seorang pemimpin negara tidak boleh memiliki hak milik, berkeluarga, segala kepemilikan bersama, dan hidup menurut aturan bersama.Dan pada abad ke-5 SM, Euhemeros dan Jambulos menuntut sosialisme untuk semua, terutama Jambulos yang mendeskripsikan “negara matahari”, segalanya milik bersama, termasuk istri. Hingga sosialisme menjadi sesuatu yang utopis, dan berevolusi menjadi sebuah ajaran yang sedikit bersifat ‘ilmiah’, dengan tidak hanya bertumpu dari sekedar pemikiran dan proses khayal semata. Namun telah beralih pada proses pembuktian ilmiah, yang coba diangkat Marx dalam melahirkan komunisme-nya.

Menurut Marx, bahwa sosialisme sebenarnya berasal dari sifat dasar manusia sebagai mahluk sosial. Diskursus mengenai sosialis, sesungguhnya sudah muncul pada masa pencerahan, abad ke-18, dengan beberapa tokoh, diantaranya: Marquis de Concordet, Voltaire, J.J Rousseau, Diderot, dll. Mereka merupakan para pemikir dan penulis revolusioner asal Perancis. (http://id.wikipedia.org/Sosialisme_Utopis).

Adapun tokoh dan pemikir kaum sosialisme, diantaranya: Francois-Noel Babeuf (1760-1797), seorang inspirator bagi kaum sosialis aliran keras, Saint-Simon, Robert Owen (1771-1858), Charles Fourier (1772-1837),seorang sosialis yang paling utopis, dan seorang feminisme radikal, Etienne Cabet (1788-1856), seorang pengacara, Louis-Auguste Blanqui (1805-1881), seorang revolusioner yang hendak mencapai sosialisme melalui pemberontakan kaum buruh.

Komunisme merupakan sayap radikal sosialisme yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Frederich Engles. Marx secara pemikiran memang berkembang diwilayah sosialis dan berkawan dekat dengan beberapa orang sosialis, seperti: Proudhon, Weithling, dll. Meskipun dikemudian hari Marx bersebrangan dengan Proudhon yang jelas-jelas menolak komunisme dan kapitalisme, dan Weithling yang menolak pola sosialisme Marx dan Engles.

Adapun pandangan sosialisme terhadap komunisme yang dikutip dari buku William Ebenstein, Isme-isme yang Menggunjang Dunia. Sebagai berikut:
1) Kaum komunis berusaha mengakhiri kapitalisme dengan suatu tindakan revolusioner dan perang saudara. Sedangklan sosialisme lebih berpegang teguh pada tata cara kontitusi. Kaum sosialis seperti Partai Buruh di Inggris, lebih menjalankan aksi perubahan masyarakatnya dengan masuk di jalur parlemen. Partai Buruh pun menolak untuk bergabung dengan Partai komunis Inggris, atau komunis sekalipun. Sosialisme Inggris nampak ‘anti-komunis’, sehingga dua orang kader Partai Buruh mesti dikeluarkan, disaat mereka menjadi pembicara di kalangan kaum komunis.
2) Paradigma berfikir kaum sosialis mengenai bagaimana memperoleh suara terbanyak dalam parlemen, nampak sedikit lebih maju dari ‘saudaranya’, kaum komunis yang hanya berkutat mengenai kelas dan pertentangan kelas.
3) Mengenai peralihan kepemilikan publik/bersama, kaum komunis lebih pada proses yang berlangsung cepat terlaksana sepenuhnya, dikarenakan pola fikir mereka mengenai kekayaan kapitalis merupakan barang curian yang harus segera dikembalikan, sedangkan kaum sosialis tidak, mesti butuh proses yang panjang, serta menggunakan langkah-langkah strategis secara bertahap.
4) Mengenai kepemilikan perseorangan dan umum.Kaum komunis lebih menganggap kepemilikan umum lebih baik daripada perseorangan sehingga, apa yang disebut nasionalsisasi total mesti diwujudkan. Kaum sosialis lebih memiliki prinsip-prinsip empiris yang menunjukan suatu keadaan istimewa apakah suatu industri atau departemen mesti harus ditempatkan dibawah pemilikan dan pengawasan umum, atau tidak.
5) Dalam melakukan perubahan sosialisme lebih menggunakan anjuran secara damai, sedangkan komunisme tidak.Dan berpendapat bahwa anjuran damai tidak lagi dibutuhkan disaat kapitalisme telah menguasai seluruh aspek kehidupan dari mulai alat komunikasi, pendidikan, dan propaganda yang berpihak untuk keuntungan status quo kapitalis. Intinya kapitalisme dan segala macam perangkat penunjangnya mesti dihancurkan secara seluruhnya.
6) Kaum sosialis menolak tesis kaum komunis yang beranggapan bahwa pilihan Negara demokrasi adalah diantara kapitalisme penuh dan kolektivisme.
7) Paham dan para penganut sosialisme lebih terbuka akan pandangan isme-isme diluar mereka, selama sejalur dengan perjuangan mereka. Seperti yang terjadi di zaman sekarang munculnya sosialisme gaya baru. Sedangkan komunisme dengan tegas menolak system atau paham diluar mereka terutama yang berhubungan erat dengan kapitalisme, liberalisme, demokrasi, hingga aliran sayap kanan-religius.

Sebagaimana diketahui bahwa sosialisme memang menjadi inspirasi perjuangan kaum buruh dan dikemudian hari melahirkan aliran revolusi garis keras dan lebih radikal dari sosialis, komunis. Dan Marx menjadi jiwa yang berusaha mengembangkan dan lebih menyebarluaskannya ke seluruh dunia dengan kitab sucinya, “manifesto komunis”. Ideologi sosialisme memang tidak melahirkan kitab suci spt; marxisme-komunis, dan negara superpower, seperti Uni Soviet. Yugoslavia yang sempat mengarah kepada bentuk sosialis, disaat Joseph Bros Tito memimpin, sebenarnya masih dipengaruhi komunisme walau tidak dominan. Mesti demikian, sosialisme sebagai sebuah ideologi, sistem ekonomi, dan pernah menjadi sistem pemerintahan masih akan tetap berkembang menjadi sebuah ajaran yang mampu disandingkan dengan beberapa paham spt: demokrasi, Islam, liberal, dll. Sosialisme masih akan melangkah kedepan dan maju serta berevolusi untuk melahirkan kreasi baru yang lebih diterima masyarakat. Seperti geliat sosialisme di Indonesia tidak lepas dari keinginan untuk membangkitkan kembali sosialisme yang dahulu sempat tenggelam. Apakah memang sosialisme akan bangkit kembali?

Rujukan :

  • Franz Magnis-Suseno. Pemikiran Karl Marx. Gramedia. 1999
  • William Ebenstein. Isme-isme yang Menggunjang Dunia. Penerbit Narasi. 2006
  • Roeslan Abdul Ghani. Sosialisme Indonesia. Yayasan Prapantja. 1964
  • http://id.wikipedia.org/Sosialisme_Utopis

* Eko Widiyarto. Mahasiswa Filsafat UGM & Santri Ma’had Daaru Hiraa, Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: