suficinta

Ghasab dan Cermin Seorang Mukmin

Posted on: August 15, 2008

Baru saja kemarin saya hampir mengkhatamkan sebuah buku, kumpulan suhuf-suhuf hikmah karangan KH.Ahmad Musthofa Bisri atau sering kita panggil Gus Mus. Seorang Kyai yang hobinya menulis syair dan melukis.Sedikit mengingat tentang salah satu tema yang diangkat.Cermin.

Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain. Gus Mus menyitir sebuah penggalan hadist shahih yang diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Imam Muslim dari shahabat Anas ibnu Malik -ra- “laa yu’minu ahadukum hatta yuhibba liakhiihi maa yuhibbu linafsihi” yang artinya kurang lebih “Belum benar-benar beriman salah seorang diantara kamu sampai dia mampu mencintai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu untuk dirinya sendiri”.

Dari sini alangkah menjadi cambuk hati, buat siapa saja yang mencoba mendalami sepenggal saja perkataan dari Rasulullah saw. Bahwa dalam bershahabat,dengan seorang muslim yang memiliki derajat yang sama, sebelum kita ditentukan Allah siapa yang mesti masuk surga dan bertemu dengan-Nya, atas dasar ketakwaan.
Kita pun selain mesti dituntut untuk mencitai saudara kita dikarenakan satu tubuh, sehingga apabila ada salah satu tubuh yang rusak, maka salah satu organ yang lain merasakan akan kerusakan itu. Masih pula dituntut untuk menyukai sesuatu untuk saudara kita, sebagaimana kita menyukai itu.

Sebagai sebuah cermin diri, dalam hal berucap, bersikap, dan bertindak.
Terdapat sebuah kredo umum, ‘kalau tidak tidak ingin dicubit orang lain, maka jangan pula kita sesekali untuk mencubit orang lain’. Begitu pun dengan ghasab, yang diartikan mengambil atau menggunakan barang orang lain tanpa izin terlebih dulu. Sehingga apabila dikemudian hari barang itu hilang, atau minimal ditanyakan si empunya, maka tidak ada seorang yang merasa bertanggung jawab, kecuali kalau diantara kita masih memiliki nurani untuk berkata, “oh kemarin aku yang gunakan..!!” atau “oh kemarin saya yang bawa..!!”. Sebuah pernyataan dari nurani seorang mukmin sejati. Namun itu sangat sulit, karena diawal memang belum ada kesepakatan dengan si empunya. Dikalangan santri, manapun (salaf maupun modern sekalipun) rasa-rasanya ghasab merupakan bagian dari kebiasaan yang sudah lumrah yang acapkali dilakukan. Sehingga nyaris (kalau tidak dikatakan ‘sudah’) menjadi budaya dikalangan santri.

Maka kesadaran yang mesti dilakukan selain menghilangkan kebiasaan tersebut yang dapat pula melahirkan saling curiga-mencurigai, dan kemudian muncul rasa saling menyalahkan, hingga tuduhan tanpa dasar. Cukuplah sebenarnya nurani kita (apabila masih memiliki) mampu tersadar, mampu tergugah, dan bangun dari tidurnya atas penggalan hadist yang telah menjadi peringatan cukup keras buat kita semua.

Kalau saja kita tidak menyukai budaya ghasab dilingkungan kita, maka janganlah kita sesekali menjadi pelaku ghasab tersebut. Kalau kita mengecam tindakan saudara kita yang telah menggunakan barang tanpa izin, hingga pada menghilangkan barang tersebut, maka janganlah kita sesekali melakukan hal yang sama terhadap barang milik saudara kita.
Kalau saja kita atas tindakan itu,mendapat amarah dari sahabat kita, atau persangkaan yang muncul dari saudara kita atas tindakan kita itu, apa tidak mungkin kita pun akan melakukan hal yang sama pada saudara kita yang telah menggunakan barang tanpa izin apalagi hingga menghilangkannya?

Itulah cermin kehidupan.
Cermin seorang diri terhadap diri yang lain
Cermin seorang mukmin atas mukmin yang lain

Kitalah cermin bagi diri saudara kita
Bersikaplah:Akulah cermin bagi dirimu, dan Kamu adalah cermin bagi diriku!
Inilah refleksi hidup…
Bagi diri yang masih memiliki nurani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: