suficinta

Filsafat Politik Ibnu Khaldun

Posted on: December 12, 2008

ibn-khaldun-inner-image

Ibnu Khaldun atau yang bernama lengkap waliyuddin Abdurrahman ibnu Muhammad ibn Muhammad ibnu Khaldun al-Hadlrami, yang dilahirkan di Kota Tunisia, Afrika, pada 1 Ramadhan 732 H tau bertepatan pada 13 Mei 1332. Khaldun sendiri merupakan nisbat dari nama nenek moyangnya, yang konon berasal dari daerah Arabia Selatan, yang kemudian berhijrah di wilayah Eropa, dalam hal ini di Carmona, Spanyol, yang saat ini pada masa kemenangan dan kejayaan pasukan Islam. Namun dimasa pendudukan pasukan Kristen, keturunan ibnu Khaldun mestilah berhijrah ke wilayah Ceuta, Afrika Utara, seorang nenek moyang ibnu Khaldun yang cukup terkenal dan berpengaruh, al-Hasan ibnu Muhammad, juga anaknya yang bernama Abubakar Muhammad. Dari silsilah keluarganya, nampak bakat intelektual dan pemikir yang kelak mengalir pada diri ibnu Khaldun.

Pendidikan agama sebagai awal pelajaran yang diberikan terhadap ibnu Khaldun, diperoleh langsung dari sang ayah, yang merupakan ahli Al-Qur’an, dan salah satu ahli tafsir, ahli bahasa arab, ilmu mantiq di zamannya. Namun, kematian ayahnya yang menjadi musibah bagi seorang pemuda yang baru beranjak remaja tersebut malah membuat ibnu Khaldun, kelak semakin termotivasi untuk menjadi orang besar, pemikir muslim yang tidak diragukan lagi kemampuannnya. Sebelum berkembang menjadi seorang pemikir, beliau memang cukup banyak belajar dari para syeikh, yang memang ahli dibidang ilmu, seperti; imam Syeikh Muhammad ibnu Sa’ad ibnu Burroh dalam bidang Al-Qur’an, syeikh Syamsuddin Muhammad ibnu Jabir ibnu Sulthon al-Wadiyasyi dalam bidang ilmu hadist, dll. Ibnu Khaldun merupakan seorang pemuda yang haus akan ilmu, sehingga dirinya senantiasa tidak mudah puas akan ilmu yang dia berhasil peroleh dari salah seorang gurunya, dia akan terus mencari.

Pada masa remajanya hingga usia 25 tahun ibnu Khaldun sebenarnya berada pada kondisi yang tidak stabil secara politis, dimana kekuasaan politik pemerintahan saat itu telah terjadi pergolakan, diantara beberapa penguasa yang umumnya merupakan bani-bani yang hendak meraih kekuasaan tertinggi. Ibnu Khaldun akhirnya melakukan hijrah ke daerah Fez, dari Tunisia, disana dia mulai menikah dan menghasilkan keturunan. Serta disana pemikiran bisa lebih berkembang. Beberapa kitab (buku) telah cukup banyak dibuat olehnya, terutama muqaddimah, yang cukup banyak membahas terkait problem sosial politik, dan merupakan kitab rujukan filsafat sejarah ibnu Khaldun.

Didalam muqaddimah, pada bab ke-3 dan ke-4, dimana disanalah nampak bahwa ibnu Khaldun mulai membahas masyarakat, kekuasaan, pemerintahan, pemimpin yang berkuasa, serta buah pemikirannya terkait negara dan kota, dan dari sana sebenarnya pemikiran filsafat politiknya mulai hidup. Ibnu Khaldun mengawali pembahasan terkait konsepsi masyarakat, dimana menurutnya adanya masyarakat merupakan suatu keharusan dimana manusia merupakan mahluk politis dan sosial yang sudah menjadi konsekuensi logis dan kebutuhan akan eksistensi masyarakat. Kemudian dari masyarakat akan terbentuk suatu sistem negara dimana negara berfungsi sebagai pelindung atas keberadaan masyarakat atau komunitas pada suatu wilayah

Kedepan, terdapat korelasi yang positif antara keberadaan masyarakat dan negara. Adalah suatu kenyataan, bahwa daulah (negara) dan mulk (kekuasaan wibawa) itu mempunyai hubungan yang sama terhadap ’umran (peradaban atau masyarakat) sebagai hubungan bentuk dengan benda (Osman Raliby,1978). Ibnu Khaldun pun menguraikan problem terkait pemilihan seorang pemimpin atau dalam hal ini kepala negara, menurutnya mestilah berdasarkan syariat, serta memiliki kriteria yang harus dimiliki oleh seorang kepala negara, diantaranya: memiliki ilmu pengetahuan, berkeadilan, sanggup, kesehatan pancaindera, dan yang terakhir dan sebenarnya masih menjadi perdebatan, namun ibnu Khaldun memasukkan hal ini, keturunan bangsa Quraisy. Dalam hal ini ibnu Khaldun menamainya dengan sistem imamah.

Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.(http://jacksite.wordpress.com/)

Ibnu Khaldun sendiri sempat merasakan pengalaman di dunia politik praktis, dari mulai Afrika Utara hingga pemerintahan yang terletak di Andalusia, namun dikarenakan terjadi problem politis yang menimpa dirinya hingga ibnu Khaldun sempat merasakan hidup didalam bui, akhirnya setelah itu dia lebih berkonsentrasi pada penulisan kitab-kitabnya, terutama kitan al-’Ibar, yang kemudian bernama Kitab al-‘Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.

Selain di Tunis, Ibnu Khaldun pun melakukan perjalanan ke beberapa negara diantaranya Syiria, Mesir, dengan melakukan penelitian dan penulisan beberapa karya, yang kemudian menghasilkan karya monumental. Setelah pengangkatannnya menjadi hakim untuk beberapa kali, akhirnya beliau pun berpulang ke rahmat Allah SWT pada 17 Maret 1406, dan dimakamkan di pekuburan kaum Sufi, didekat kota Cairo.

Referensi:

v Osman Raliby.1978. Ibnu Khaldun tentang Masyarakat dan Negara. Penerbit Bulan Bintang: Jakarta

v Dr.Gaston Bouthoul. 1998. Teori-Teori Filsafat Sosial Ibnu Khaldun. Penerbit Titian Ilahi Press: Yogyakarta

v http://dzikriii.multiply.com/journal/item/4

v http://jacksite.wordpress.com/2007/04/17/biografi-ibnu-khaldun/

oleh widiyarto eko mahasiswa filsafat ugm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: