suficinta

Metafisika Mulla Shadra

Posted on: December 12, 2008

mullasadra31

Mulla Shadra atau yang bernama lengkap Shadruddin Muhammad asy-Syirazi,seorang filosof muslim, teosofi, sufistik, ulama’ besar dimasanya, dan dilahirkan di di Shiraz, Iran, pada abad ke-10 H Syamsiyah (abad 16 M), tepatnya tahun 1571 ia seorang anak dari mantan Gubernur di kota Faiz, Iran, yakni Ibrahim Qawami, Mulla shadra merupakan sebutan lain, yang kemudian beliau pun gelari Shadr al-Muta’alihin (gelar yang paling terkenal di kalangan filosof). Pada masa pemerintahan dinasti Shafawi, Kota Syiraz menjadi kota ilmu pengetahuan dan filsafat, dimana kedua hal tersebut menjadikan kota Syiraz menjadi hidup. Mulla shadra mendapatkan pendidikan yang baik ditempatnya, dikarenakan pula pengaruh orang tuanya yang besar. Namun, suatu saat karena ketidak puasan Mulla Shadra akan ilmu, maka dirinya mulai berkelana kebeberapa tempat, dan meninggalkan kota kelahirannnya, Syiraz, menuju Isfaham.

Dalam perjalanan pemikirannnya, Mulla shadra dipengaruhi oleh beberapa aliran pemikiran filsafat; filsafat paripatetik yang diperkenalkan ibnu Sina dan dikembangkan oleh Nasr ad-Din At-Tusi, filsafat iluminasionisme al Suhrawardi, mistisisme dan sufisme ibnu ’Arabi, dan beberapa pemikiran lainnnya, meskipun demikian diakhir perjalanan pemikirannnya, Mulla Shadra malah lebih membentuk suatu dasar atau pondasi ke-filsafatan sendiri yang lebih dikenal dengan filsafat hikmah atau al hikmah al-muta’alliyyah, yang kemudian mengeluarkan buku yang cukup terkenal, yakni; Al-Hikmah Al-Mutaaliyah fi Al-Asfar Al Aqliyyah Al-Arba’ah, juga Al Syawahid Al Rububiyyah fi Al Manahij Al-Sulukiyyah, yang konon merupakan ringkasan kitab yang pertama.

Sementara itu pemikiran lainnya yang juga merupakan buah pemikiran Mulla Shadra yang memuat unsur metafisika, yakni terdapat pada kitabnya yang terkenal al-Arba’ah, disana terdapat 4 perjalanan spiritual yang memuat unsur metafisis. Perjalanan pertama, perjalanan penciptaan menuju kebenaran (al-Haq), pada proses ini memuat unsur ontolis yang cukup kental. Pada perjalanan kedua dimana disana memuat unsur kebenaran yang dilakukan oleh para sufi, yang berhubungan dengan substansi yang sederhana, yakni intelegensia, jiwa, tubuh, dan pembahasan terkait ilmu alam. Perjalanan ketiga, sebuah proses perjalanan dari kebenaran menuju proses teodesi, yang merupakan pengalan sufistik yang cukup kental. Sementara perjalanan terakhir, perjalanan keempat, menjabarkan proses perjalanan yang berkaitan dengan perkembangan jiwa manusia.

Mulla Shadra dalam bukunya Al-Mazhahir al-Ilahiyyah fi Asrar al-’Ulum al-Kamaliyyah yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Manifestasi-manifestasi Ilahi. Disana beliau memberikan penjelasan terkait metafisika ketuhanan yang cenderung menjelaskan mengenai eksistensi Tuhan, nama-nama dan sifat ilahiyyah, terkait alam dan waktu, serta tentang kebangkitan atau Ma’ad yang kedepan cukup banyak mendapat sanggahan dari para pemikir lain dizamannnya.

Di tahun 1050 H/1648 M atau sebagian lain di tahun 1045 H/1630 M, Mulla Shadra jatuh sakit dalam perjalanannya untuk berhaji di Basrah, Irak dan akhirnya wafat. Ia disemayamkan di kota suci Najaf, Irak, tempat makam Imam Ali bin Abi Thalib (menantu baginda Muhammada SAW). Mulla Shadra meninggalkan tiga putri dan dua putra, yang kemudian kelimanya menjadi orang besar, kedua putranya menjadi pemikir, filsuf, teosof, penyair, sastrawan, mistiskus, yang terkenal. Sementara kedua putrinya dinikahkan dengan Syaikh Abdurrazak Lahiji, dikenal sebagai Faidh, dan Mulla Muhsin Faidh al-Kasyani, yang keduanya merupakan murid kesayangan Mulla Shadra.

Meski jasadnya telah tiada, namun pemikiran Mulla Shadra hingga saat ini masih hidup dan dijadikan rujukan banyak filsuf muslim, dan banyak mempengaruhi pemikiran mereka, diantara mereka terdapat seorang filsuf besar Syi’ah sekaligus pemikir revolusioner Iran, Murtadha Muthahhari.

Referensi:

v Mulla Shadra.2004.Manifestasi-manifestasi Ilahi.Pustaka Hidayah;Bandung

v http://fajartimur.wordpress.com/2007/11/14/mulla-shadra-riwayat-hidup-dan-karakter/

v http://www.kotasantri.com/galeria.

oleh widiyarto eko mahasiswa filsafat ugm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: