suficinta

the first serie’s

Posted on: January 19, 2009

diatas bebatuan aku mengukir
dipermukaan air lautan aku menulis sebuah nama
aku benci dengan dia
hari ini kemarin atau mungkin tak tau sampai kapan
disela pergantian waktu aku pun mesti sudi menjadi patung dibalik gribik kamar ini
seperti dipingit
asing
maka percuma ada rasa
semua hanya dusta dalam katakata
atau mungkin
sematamata hanya permainan
—————————————————
diatas langit aku melukis
dikamarku aku merenung
tentang siapa aku?
aku makhluk
ataukah hanya sebagian makhluk
yang mengalir darah merah
putih
biru
atau hijau sekalipun
—————————————————-
dalam permukaan gribik aku menatap nasib dalam dalam
adakah kedamaian besok
atau akan kembali seperti sekarang atau kemarin
disela kemanjaanku bersama deretan anak kata
aku bercerita tentang hati
aku menangis karena sepi
tidak ada sedikit pun massa yang sudi menyentuhku dengan belaian lembut ucap
hanya seonggok harapan semata yang terbang bersama bayu
yang hanyut bersama ombak
—————————-
langit langit ini hidup
temaram bersama indahnya mutiara raksasa
daratan sepi dari sentuhan lembut para semut
hanya rerumputan yang terdiam dengan nafas kehidupannya
atau serangga yang bernyanyi suka cita bersama sesamanya
———————————
laut seperti tak lagi hendak menghadirkan ombak
darat layaknya penuh keramaian saat ini seperti kuburan
semua nampak nyata dalam dunia penuh maya maya
sekarang tinggal tunggu masanya aku meninggalkan semua rasa dan asa
kembali atau pergi dari semua yang menjadi impian selama ini
tak ada yang tahu
bahkan tahu pun tak tentu dia peduli dengan jiwa-jiwa yang hendak pergi ini
ibarat mesin, perasaku terus dipompa keluar bersama butiran-butiran cinta
namun tak ada yang mengerti kalau besok dia akan mati
dan kau kan merasakan betapa hampanya diriku tanpa dia
dan kau akan rasakan pula aku seperti patung yang tak berdaya
melihat deritamu hanya selayang pandang
atau mendengar pinta kasihmu hanya sekilas melayang
atau melihat dirimu pun hanya mampu membuatku takjub bahwa keindahan itu hanya sekejab dan tak mampu membuatku bahagia
cinta hanya ilusi
bahkan dia terus melayang-layang diatas batok kepalaku seperti peri
tapi tidak mampu ku gapai kembali
aku telah mati
mati
mati dari semua harapan
mati dari seluruh perasaan
terima kasih hati
gracius my lovely
karna esok aku tak lagi mencintai
—————————————————-
semua hanya bayang-bayang manja
yang mencoba membelah impian
dan menggapai harapan fana
hanya sebatas memberi sekuntum mawar
atau setangkai melati
namun tidak pernah hati ini menerima kembali
atau emisi yang keluar tak terganti dengan kasih yang sama persis seperti aku beri
semua hanya mata-mata rapuh
yang coba untuk diyakinkan dalam-dalam
bahwa semuanya terkadang hanya aku melulu yang memberi
tanpa tahu jika hati ini layu
atau sampai rapuh hingga terjatuh
jatuh
mati
—————————————————-
kata ini tak sanggup membayangkan duka yang kusimpan dalam peti mati
atau tak ada yang harus dimengerti
bahwa saat ini tugasku haya memberi dan terus memberi
sampai habis energi ini
dan mati
tanpa tak tersisa setetes pun hati
—————————————————–
hari tidak usah ada makanan yang kuberi kepadanya
tidak ada lagi pasokan energi
seperti kemarin disaat aku dianggap dewa olehnya
atau hanya ’say hello’ semata
tak usah lebih dari setitik noktah sekalipun
sebab rasa ini telah mati
sebab tak ada lagi pertemuan hati yang saling memberi
—————————————————
bunda
tidak ada lagi cinta untuknya
karena aku ingin mendarat dipelupuk mata mu
berurai air mata
mengeluh peluh
hingga tak lagi rahasia yang terselubung
bahwa aku sudah akan pergi dari petualangan cinta ini
aku ingin mati
—————————————————
ayah
aku ingin pulang
tidak ada yang ku lakukan lagi disini selain terluka
dan terus meninggalkan goresan luka semata
aku ingin pergi dalam alam fana
ingin bertemu saja dengan mereka yang hidup tanpa cinta seperti ku ini
ayah
ajarkan aku memberi tanpa meminta
meski sakit hati ini dirasa
walau menahan lebih perih dari merasakan
ayah
antarkan aku ke langit-langit surga
karena disana aku tidak lagi meminta apa yang ku harap kini
sebab aku telah menerima dari Dia
ayah
izinkan aku pergi dari sini
karena tidak ada yang mengerti
bahwa aku pun manusia
yang mesti mendapat pasokan cinta tanpa harus selalu kuminta padanya
bahwa aku bukan mesin
yang hanya memberinya energi untuk hidup mesti dengan sengaja kutekan paksa hati ini untuk sekedar membuatnya nyaman dalam selimut hangat yang kuberi
ayah
hari ini ku telah mati
mati sejak kemarin kemarin dan kemarin
bunda
ayah
hari ini ku tak ingin lagi menambah jahitan luka pada jiwa ini
atau biarkan saja dia bertambah lebar hingga virus-virus merusaknya dan membunuhnya
sampai aku tak mampu lagi mengeluarkan setetes pun cairan kehidupan
ayah
bunda
derai mata pun tak sanggup membuatku bangkit
atau canda pun hanya sepintas lalu
semua layaknya sandiwara yang sesaat pudar dengan sendirinya
ayah
bunda
aku ingin lepaskan semuanya
tanpa sedikit pun tersisa
residu sekalipun
aku ingin terbang seperti harapannya dulu untuk selalu terbang bebas seperti elang
aku disini terjepit oleh rasa
dan terkekang oleh asa
ayah
bunda
aku hanya mencintaimu
——————————

—————————————
krapyak,rabu,140109;11.49 wib
—————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: